Sistem
pembayaran elektronik adalah sistem pembayaran alternatif yang memudahkan
konsumen melakukan pembayaran melalui jaringan atau internet. Dalam sistem
pembayaran elektronik, semua data pembayaran terdigitalisasi.
Ada 2 jenis sistem
pembayaran :
1.
Electronic
cash/e-cash (token based system)
Seperti layaknya pembayaran tunai
secara fisik yang merepresentasikan nilai pembayaran.
2.
Credit/debit
system(account based system)
Berupa “pesan” untuk mentransfer
pembayaran (tidak merepresentasikan secara langsung nilai pembayaran.
Pada setiap metode umumnya ada 4
pihak yang terlibat, yaitu :
1.
Issuer
Bank atau lembaga selain bank yang
mengeluarkan instrumen e-payment untuk digunakan sebagai alat pembelian.
2.
Customer/buyer
Sekumpulan orang yang melakukan
e-payment sebagai pertukaran untuk mendapatkan barang atau jasa.
3.
Merchant/seller
Sekumpulan rang yang menerima
e-payment sebagai pertukaran untuk mendapatkan barang atau jasa.
4.
Regulator
Umumnya badan pemerintah yang
mengatur regulasi proses pemerintah
Karakteristik pembayaran elektronik :
1.
Applicability: penerimaan
dari user ketika menggunakan cara itu untuk membeli barang/jasa.
2.
Easy to use: sistem mudah digunakan oleh siapa saja.
3.
Security: sangat
memperhatikan keamanan nilai uang. Penambahan , perubahan dan pengurangan
nilai uang harus dilindungi. Ototrisasi terhadap nilai uang hanya bisa dilakukan oleh user saja.
4.
Reliability: Sistem Berjalan dengan baik dan handal.
5.
Trust: tingkat
kepercayaan terhadap kemanaan uang dan informasi personal
6.
Scalability: sistem
harus terukur dengan perubahan waktu
7.
Convertibility: memungkinkan
dilakukan konversi uang dari satu cara ke cara lainnya termasuk poin ke uang
8.
Interoperability: sistem dapat dioperasikan oleh multiple service providers.
9.
Efficiency: biaya
yang reasonable dalam menangani micro-payment.
10. Anonymity: mengutamakan privacy untuk melindungi identitas user
11. Traceability: memungkinkan untuk menelusuri
keuangan dalam sistem dengan anonymity untuk membangun kepercayaan.
12. Authorization type: walaupun secara offline
atau online
transaksi dapat
dilakukan dengan cara yang sama.
Beberapa faktor pada sistem pembayaran elektronik :
1.
Independensi, terkait
dengan aplikasi dan instalasi software atau hardware untuk melakukan
pembayaran.
2.
Interoperabilitas dan
portabilitas, seluruh bentuk e-commerce dijalankan dengan menggunakan sistem
spesialisasian yang terhubung dengan sistem dan aplikasi perusahaan lain.
3.
Keamanan, apabila resiko
pembayar (pembeli) lebih tinggi daripada resiko penerima (penjual), maka pihak
pembayar tidak akan mau menerima metode ini.
4.
Anonimitas, pembayaran
secara elektronik menyediakan fitur untuk melakukan penelusuran identitas
pembeli dan pola pembelian yang dilakukan.
5.
Divisibilitas, secara
umum penjual menerima kartu kredit hanya untuk pembelian dengan batas minimum
dan maksimum. Pembayaran dengan kartu kredit tidak dapat dilakukan apabila
biaya item tersebut terlalu kecil.
6.
Kemudahan dalam
penggunaan.
7.
Fee transaksi, pada saat
kartu kredit digunakan, pihak pedagang akan membayar fee transaksi hingga 3%
dari harga pembelian item. Fee ini menjadi penghalang untuk mendukung pembelian
yang lebih kecil dengan kartu kredit, yang menyisakan tempat untuk bentuk
pembayaran akternatif.
8.
Regulasi, metode
pembayaran baru (mis. E-cash, e-payment, kartu kredit) akan menghadapi sejumlah
hambatan regulatori yang ketat.
Keuntungan sistem pembayaran elektronik :
1.
Bagi konsumen
-
Informasi akun konsumen
cukup dilakukan pada saat pertama kali bertransaksi, informasi pembelian
disimpan di dalam server basis data perusahaan
-
Untuk berbelanja kembali,
cukup dengan login ( username dan password)
-
Pelaksanaan transaksi
cukup dengan klik
2.
Bagi perusahaan
-
Menghemat biaya
administrasi
-
Meningkatkan tingkat
kepuasan pelanggan
-
Konsumen cenderung
kembali untuk berbelanja
Kerugian sistem pembayaran elektronik
:
1. Bagi konsumen
-
Keamanan
yang kurang selama bertransaksi secara online
-
Kasus
pembobolan kartu kredit
-
Penyadapan
user ID dan password merupakan beberapa bentuk kecurangan pada sistem
pembayaran secara elektronik
2. Bagi perusahaan
-
Pihak
penjual kemungkinan akan menghadapi berbagai bentuk kecurangan transaksi
-
Penjual
juga memerlukan sejumlah dana untuk memerangi berbagai bentuk kecurangan,
misalnya dana untuk pengembangan tools internal, pemeriksaan staff serta jasa
dan alat pihak ketiga
Hal penting terkait sitem pembayaran
elektronik :
1. Gunakan virus protection software
2. Pastikan bahwa pengiriman informasi
credit card dilakukan melalui server yang aman
3. Internet
browser akan memberikan “tanda” untuk suatu server yang
aman (berupa: lock or key icon)
4. Biasanya, situs yang aman menggunakan
URL dengan protokol “https" (instead of "http")
5. Perusahaan menyediakan enkripsi data
(sehingga nantinya hanya pemilik akun yang dapat mendekripsikannya)
Dalam sistem pembayaran elektronik,
keamanan dalam bertransaksi online adalah tidak satupun sistem yang benar-benar
100% aman. Mengutip pendapat penggiat teknologi informasi Budi Rahardjo dalam
diskusi pada forum of incident response and security teams di bali 30 maret 2012,
bahwa tidak ada satupun disunia ini sitem elektronik yang sempurna dan
benar-benar aman. Termasuk dalam sistem pembayaran online baik yang menggunakan
kartu kredit, internet banking, maupun digital cash masing-masing memiliki sisi
kelemahan.