Label

Rabu, 14 Januari 2015

tugas UAS (IKLAN)





WEE NET  Internet Cafe merupakan warung internet dan cafe  yang berada di Perumahan Tanjung Rigency No. 4A Tanjunganom Mertoyudan Magelang .
 Tempat ini menyediakan warung internet dengan fasilitas :


  •  Kecepatan internet dan browsing yang maksimal. 
  • Browsing , Sosial Media , Game Online dll
  • Tempat dan pelayanan yang super nyaman dan ramah.
  •  Tempat Bersih. 
  • Sofa Untuk User dan Pengunjung yang antre.
  • Menyediakan Makanan ringan dan minuman
  • MURAH!!!! Rp 3000/Jam 
Cari yang Cepat , Tempat Nyaman, pelayanan Oke Hanya di Wee-Net !!!
 

Selasa, 30 Desember 2014

tugas akhir UTS ( berita ekonomi )

Indonesia dan Malaysia Siap Jadi Pelopor Intergrasi Bank ASEAN
 Penandatangan kerja sama antara Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo dan Gubernur Negara Malaysia Tan Sri Dato Zeti Akhtar Azis.

Liputan6.com, Jakarta - Dua negara yakni Indonesia dan Malaysia menyatakan akan mempercepat integrasi di bidang perbankan. Hal itu ditandai dengan adanya penandatangan kerja sama antara Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo dan Gubernur Negara Malaysia Tan Sri Dato Zeti Akhtar Azis.

Agus menerangkan, nilai transaksi perdangan di ASEAN pada tahun 2000 hanya sekitar US$ 166 miliar dollar. Pada tahun 2013 naik 3,5 kalilipat menjadi US$ 610 miliar dollar. Namun, tingginya nilai transaksi tidak disertai dengan integrasi keuangan ASEAN.

Dengan kesepatakatan tersebut, Agus mengatakan Indonesia dan Malaysia siap menjadi pelopor integrasi perbankan ini.

"Tujuannya agar integrasi finansial di ASEAN dapat terjadi dan lebih cepat dari apa yang dijadwalkan WTO," kata dia di Jakarta, Rabu (31/12/2014).

Adapun dalan perjanjian ini berdasarkan pada ASEAN Banking Integration Framework (ABIF) Guidelines yakni panduan kerangka operasional bagi negara ASEAN untuk mengimplementasikan prinsip integrasi perbankan.

Tujuan dari ABIF sendiri ialah menyediakan akses pasar dan keleluasaan di negara ASEAN bagi Qualified ASEAN Banks (QAB) yaitu bank-bank yang telah memenuhi persyaratan tertentu. Persyaratan tersebut antara lain kekuatan modal, pengelolaan yang baik dan tunduk pada aturan.

Agus menuturkan, perjanjian tersebut berdasarkan azas resiprokal dimana setiap setiap bank memberikan keuntungan bagi masing-masing negara.

"Kita pada hari ini menyambut baik Malaysia punya investasi dalam bentuk bank-bank ada CIMB, BII Maybank, dan Maybank Syariah, dan dengan adanya kemajuan ini insya Allah kalau industri perbankan siap mereka akan  welcome di Malaysia," tutup dia. (Amd/Gdn)


Selasa, 16 Desember 2014

SISTEM PEMBAYARAN ELEKTRONIK




            Sistem pembayaran elektronik adalah sistem pembayaran alternatif yang memudahkan konsumen melakukan pembayaran melalui jaringan atau internet. Dalam sistem pembayaran elektronik, semua data pembayaran terdigitalisasi.
Ada 2 jenis sistem pembayaran :
1.      Electronic cash/e-cash (token based system)
Seperti layaknya pembayaran tunai secara fisik yang merepresentasikan nilai pembayaran.


2.      Credit/debit system(account based system)
Berupa “pesan” untuk mentransfer pembayaran (tidak merepresentasikan secara langsung nilai pembayaran.


Pada setiap metode umumnya ada 4 pihak yang terlibat, yaitu :
1.      Issuer
Bank atau lembaga selain bank yang mengeluarkan instrumen e-payment untuk digunakan sebagai alat pembelian.
2.      Customer/buyer
Sekumpulan orang yang melakukan e-payment sebagai pertukaran untuk mendapatkan barang atau jasa.
3.      Merchant/seller
Sekumpulan rang yang menerima e-payment sebagai pertukaran untuk mendapatkan barang atau jasa.
4.      Regulator
Umumnya badan pemerintah yang mengatur regulasi proses pemerintah

Karakteristik pembayaran elektronik :
1.      Applicability: penerimaan dari user ketika menggunakan cara itu untuk membeli barang/jasa.
2.      Easy to use: sistem mudah digunakan oleh siapa saja.
3.      Security: sangat memperhatikan keamanan nilai uang. Penambahan , perubahan dan pengurangan nilai uang harus dilindungi. Ototrisasi terhadap nilai uang hanya bisa dilakukan oleh user saja.
4.      Reliability:  Sistem Berjalan dengan baik dan handal.
5.      Trust: tingkat kepercayaan terhadap kemanaan uang dan informasi personal
6.      Scalability: sistem harus terukur dengan perubahan waktu
7.      Convertibility: memungkinkan dilakukan konversi uang dari satu cara ke cara lainnya termasuk poin ke uang
8.      Interoperability: sistem dapat dioperasikan oleh multiple service providers.
9.      Efficiency: biaya yang reasonable dalam menangani micro-payment.
10.  Anonymity:  mengutamakan privacy untuk melindungi identitas user
11.  Traceability: memungkinkan untuk menelusuri keuangan dalam sistem dengan anonymity untuk membangun kepercayaan.
12.  Authorization type: walaupun secara offline atau online transaksi dapat dilakukan dengan cara yang sama.

Beberapa faktor pada sistem pembayaran elektronik :
1.      Independensi, terkait dengan aplikasi dan instalasi software atau hardware untuk melakukan pembayaran.
2.      Interoperabilitas dan portabilitas, seluruh bentuk e-commerce dijalankan dengan menggunakan sistem spesialisasian yang terhubung dengan sistem dan aplikasi perusahaan lain.
3.      Keamanan, apabila resiko pembayar (pembeli) lebih tinggi daripada resiko penerima (penjual), maka pihak pembayar tidak akan mau menerima metode ini.
4.      Anonimitas, pembayaran secara elektronik menyediakan fitur untuk melakukan penelusuran identitas pembeli dan pola pembelian yang dilakukan.
5.      Divisibilitas, secara umum penjual menerima kartu kredit hanya untuk pembelian dengan batas minimum dan maksimum. Pembayaran dengan kartu kredit tidak dapat dilakukan apabila biaya item tersebut terlalu kecil.
6.      Kemudahan dalam penggunaan.
7.      Fee transaksi, pada saat kartu kredit digunakan, pihak pedagang akan membayar fee transaksi hingga 3% dari harga pembelian item. Fee ini menjadi penghalang untuk mendukung pembelian yang lebih kecil dengan kartu kredit, yang menyisakan tempat untuk bentuk pembayaran akternatif.
8.      Regulasi, metode pembayaran baru (mis. E-cash, e-payment, kartu kredit) akan menghadapi sejumlah hambatan regulatori yang ketat.

Keuntungan sistem pembayaran elektronik :
1.      Bagi konsumen
-          Informasi akun konsumen cukup dilakukan pada saat pertama kali bertransaksi, informasi pembelian disimpan di dalam server basis data perusahaan
-          Untuk berbelanja kembali, cukup dengan login ( username dan password)
-          Pelaksanaan transaksi cukup dengan klik
2.      Bagi perusahaan
-          Menghemat biaya administrasi
-          Meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan
-          Konsumen cenderung kembali untuk berbelanja
Kerugian sistem pembayaran elektronik :
1.      Bagi konsumen
-          Keamanan yang kurang selama bertransaksi secara online
-          Kasus pembobolan kartu kredit
-          Penyadapan user ID dan password merupakan beberapa bentuk kecurangan pada sistem pembayaran secara elektronik
2.      Bagi perusahaan
-          Pihak penjual kemungkinan akan menghadapi berbagai bentuk kecurangan transaksi
-          Penjual juga memerlukan sejumlah dana untuk memerangi berbagai bentuk kecurangan, misalnya dana untuk pengembangan tools internal, pemeriksaan staff serta jasa dan alat pihak ketiga

Hal penting terkait sitem pembayaran elektronik :
1.      Gunakan virus protection software
2.      Pastikan bahwa pengiriman informasi credit card dilakukan melalui server yang aman
3.      Internet browser akan memberikan “tanda” untuk suatu server yang aman (berupa: lock or key icon)
4.      Biasanya, situs yang aman menggunakan URL dengan protokol “https" (instead of "http")
5.      Perusahaan menyediakan enkripsi data (sehingga nantinya hanya pemilik akun yang dapat mendekripsikannya)

            Dalam sistem pembayaran elektronik, keamanan dalam bertransaksi online adalah tidak satupun sistem yang benar-benar 100% aman. Mengutip pendapat penggiat teknologi informasi Budi Rahardjo dalam diskusi pada forum of incident response and security teams di bali 30 maret 2012, bahwa tidak ada satupun disunia ini sitem elektronik yang sempurna dan benar-benar aman. Termasuk dalam sistem pembayaran online baik yang menggunakan kartu kredit, internet banking, maupun digital cash masing-masing memiliki sisi kelemahan.



Rabu, 14 Januari 2015

tugas UAS (IKLAN)





WEE NET  Internet Cafe merupakan warung internet dan cafe  yang berada di Perumahan Tanjung Rigency No. 4A Tanjunganom Mertoyudan Magelang .
 Tempat ini menyediakan warung internet dengan fasilitas :


  •  Kecepatan internet dan browsing yang maksimal. 
  • Browsing , Sosial Media , Game Online dll
  • Tempat dan pelayanan yang super nyaman dan ramah.
  •  Tempat Bersih. 
  • Sofa Untuk User dan Pengunjung yang antre.
  • Menyediakan Makanan ringan dan minuman
  • MURAH!!!! Rp 3000/Jam 
Cari yang Cepat , Tempat Nyaman, pelayanan Oke Hanya di Wee-Net !!!
 

Selasa, 30 Desember 2014

tugas akhir UTS ( berita ekonomi )

Indonesia dan Malaysia Siap Jadi Pelopor Intergrasi Bank ASEAN
 Penandatangan kerja sama antara Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo dan Gubernur Negara Malaysia Tan Sri Dato Zeti Akhtar Azis.

Liputan6.com, Jakarta - Dua negara yakni Indonesia dan Malaysia menyatakan akan mempercepat integrasi di bidang perbankan. Hal itu ditandai dengan adanya penandatangan kerja sama antara Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo dan Gubernur Negara Malaysia Tan Sri Dato Zeti Akhtar Azis.

Agus menerangkan, nilai transaksi perdangan di ASEAN pada tahun 2000 hanya sekitar US$ 166 miliar dollar. Pada tahun 2013 naik 3,5 kalilipat menjadi US$ 610 miliar dollar. Namun, tingginya nilai transaksi tidak disertai dengan integrasi keuangan ASEAN.

Dengan kesepatakatan tersebut, Agus mengatakan Indonesia dan Malaysia siap menjadi pelopor integrasi perbankan ini.

"Tujuannya agar integrasi finansial di ASEAN dapat terjadi dan lebih cepat dari apa yang dijadwalkan WTO," kata dia di Jakarta, Rabu (31/12/2014).

Adapun dalan perjanjian ini berdasarkan pada ASEAN Banking Integration Framework (ABIF) Guidelines yakni panduan kerangka operasional bagi negara ASEAN untuk mengimplementasikan prinsip integrasi perbankan.

Tujuan dari ABIF sendiri ialah menyediakan akses pasar dan keleluasaan di negara ASEAN bagi Qualified ASEAN Banks (QAB) yaitu bank-bank yang telah memenuhi persyaratan tertentu. Persyaratan tersebut antara lain kekuatan modal, pengelolaan yang baik dan tunduk pada aturan.

Agus menuturkan, perjanjian tersebut berdasarkan azas resiprokal dimana setiap setiap bank memberikan keuntungan bagi masing-masing negara.

"Kita pada hari ini menyambut baik Malaysia punya investasi dalam bentuk bank-bank ada CIMB, BII Maybank, dan Maybank Syariah, dan dengan adanya kemajuan ini insya Allah kalau industri perbankan siap mereka akan  welcome di Malaysia," tutup dia. (Amd/Gdn)


Selasa, 16 Desember 2014

SISTEM PEMBAYARAN ELEKTRONIK




            Sistem pembayaran elektronik adalah sistem pembayaran alternatif yang memudahkan konsumen melakukan pembayaran melalui jaringan atau internet. Dalam sistem pembayaran elektronik, semua data pembayaran terdigitalisasi.
Ada 2 jenis sistem pembayaran :
1.      Electronic cash/e-cash (token based system)
Seperti layaknya pembayaran tunai secara fisik yang merepresentasikan nilai pembayaran.


2.      Credit/debit system(account based system)
Berupa “pesan” untuk mentransfer pembayaran (tidak merepresentasikan secara langsung nilai pembayaran.


Pada setiap metode umumnya ada 4 pihak yang terlibat, yaitu :
1.      Issuer
Bank atau lembaga selain bank yang mengeluarkan instrumen e-payment untuk digunakan sebagai alat pembelian.
2.      Customer/buyer
Sekumpulan orang yang melakukan e-payment sebagai pertukaran untuk mendapatkan barang atau jasa.
3.      Merchant/seller
Sekumpulan rang yang menerima e-payment sebagai pertukaran untuk mendapatkan barang atau jasa.
4.      Regulator
Umumnya badan pemerintah yang mengatur regulasi proses pemerintah

Karakteristik pembayaran elektronik :
1.      Applicability: penerimaan dari user ketika menggunakan cara itu untuk membeli barang/jasa.
2.      Easy to use: sistem mudah digunakan oleh siapa saja.
3.      Security: sangat memperhatikan keamanan nilai uang. Penambahan , perubahan dan pengurangan nilai uang harus dilindungi. Ototrisasi terhadap nilai uang hanya bisa dilakukan oleh user saja.
4.      Reliability:  Sistem Berjalan dengan baik dan handal.
5.      Trust: tingkat kepercayaan terhadap kemanaan uang dan informasi personal
6.      Scalability: sistem harus terukur dengan perubahan waktu
7.      Convertibility: memungkinkan dilakukan konversi uang dari satu cara ke cara lainnya termasuk poin ke uang
8.      Interoperability: sistem dapat dioperasikan oleh multiple service providers.
9.      Efficiency: biaya yang reasonable dalam menangani micro-payment.
10.  Anonymity:  mengutamakan privacy untuk melindungi identitas user
11.  Traceability: memungkinkan untuk menelusuri keuangan dalam sistem dengan anonymity untuk membangun kepercayaan.
12.  Authorization type: walaupun secara offline atau online transaksi dapat dilakukan dengan cara yang sama.

Beberapa faktor pada sistem pembayaran elektronik :
1.      Independensi, terkait dengan aplikasi dan instalasi software atau hardware untuk melakukan pembayaran.
2.      Interoperabilitas dan portabilitas, seluruh bentuk e-commerce dijalankan dengan menggunakan sistem spesialisasian yang terhubung dengan sistem dan aplikasi perusahaan lain.
3.      Keamanan, apabila resiko pembayar (pembeli) lebih tinggi daripada resiko penerima (penjual), maka pihak pembayar tidak akan mau menerima metode ini.
4.      Anonimitas, pembayaran secara elektronik menyediakan fitur untuk melakukan penelusuran identitas pembeli dan pola pembelian yang dilakukan.
5.      Divisibilitas, secara umum penjual menerima kartu kredit hanya untuk pembelian dengan batas minimum dan maksimum. Pembayaran dengan kartu kredit tidak dapat dilakukan apabila biaya item tersebut terlalu kecil.
6.      Kemudahan dalam penggunaan.
7.      Fee transaksi, pada saat kartu kredit digunakan, pihak pedagang akan membayar fee transaksi hingga 3% dari harga pembelian item. Fee ini menjadi penghalang untuk mendukung pembelian yang lebih kecil dengan kartu kredit, yang menyisakan tempat untuk bentuk pembayaran akternatif.
8.      Regulasi, metode pembayaran baru (mis. E-cash, e-payment, kartu kredit) akan menghadapi sejumlah hambatan regulatori yang ketat.

Keuntungan sistem pembayaran elektronik :
1.      Bagi konsumen
-          Informasi akun konsumen cukup dilakukan pada saat pertama kali bertransaksi, informasi pembelian disimpan di dalam server basis data perusahaan
-          Untuk berbelanja kembali, cukup dengan login ( username dan password)
-          Pelaksanaan transaksi cukup dengan klik
2.      Bagi perusahaan
-          Menghemat biaya administrasi
-          Meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan
-          Konsumen cenderung kembali untuk berbelanja
Kerugian sistem pembayaran elektronik :
1.      Bagi konsumen
-          Keamanan yang kurang selama bertransaksi secara online
-          Kasus pembobolan kartu kredit
-          Penyadapan user ID dan password merupakan beberapa bentuk kecurangan pada sistem pembayaran secara elektronik
2.      Bagi perusahaan
-          Pihak penjual kemungkinan akan menghadapi berbagai bentuk kecurangan transaksi
-          Penjual juga memerlukan sejumlah dana untuk memerangi berbagai bentuk kecurangan, misalnya dana untuk pengembangan tools internal, pemeriksaan staff serta jasa dan alat pihak ketiga

Hal penting terkait sitem pembayaran elektronik :
1.      Gunakan virus protection software
2.      Pastikan bahwa pengiriman informasi credit card dilakukan melalui server yang aman
3.      Internet browser akan memberikan “tanda” untuk suatu server yang aman (berupa: lock or key icon)
4.      Biasanya, situs yang aman menggunakan URL dengan protokol “https" (instead of "http")
5.      Perusahaan menyediakan enkripsi data (sehingga nantinya hanya pemilik akun yang dapat mendekripsikannya)

            Dalam sistem pembayaran elektronik, keamanan dalam bertransaksi online adalah tidak satupun sistem yang benar-benar 100% aman. Mengutip pendapat penggiat teknologi informasi Budi Rahardjo dalam diskusi pada forum of incident response and security teams di bali 30 maret 2012, bahwa tidak ada satupun disunia ini sitem elektronik yang sempurna dan benar-benar aman. Termasuk dalam sistem pembayaran online baik yang menggunakan kartu kredit, internet banking, maupun digital cash masing-masing memiliki sisi kelemahan.