Label

Jumat, 28 November 2014

implementasi dan strategi e-bussines

IMPLEMENTASI DAN STRATEGI E-BUSSINES


Strategi bisnis adalah Penetapan sasaran dan tujuan jangka panjang sebuah perusahaan, dan arah tindakan serta alokasi sumber daya yang diperlukan untuk mencapai sasaran dan tujuan tersebut. (MIT Press, Cambridge, Ma.) Lalu menurut kelompok strategi bisnis merupakan cara-cara yang digunakan perusahaan untuk mendapatkan keunggulan persaingan di dalam bisnisnya. Strategi bisnis dapat mencakup ekspansi geografis, diversifikasi, akuisisi, pengembangan produk, penetrasi pasar, pengurangan bisnis, likuidasi, dan joint venture.
beberapa tingkatan- tingkatan strategi bisnis
1.       Tingkat Korporasi; strategi perusahaan yang memiliki saham (ownership) beberapa perusahaan lain.
2.       Tingkat Bisnis Multi Divisi; merupakan strategi yang terjadi pada tingkat divisi atau unit bisnis dan merupakan strategi yang menekankan pada perbaikan posisi bersaing produk atau jasa pada spesifik industri atau segmen pasar tertentu.
3.       Tingkat Fungsional; optimalisasi produktivitas sumber daya dalam memberikannilai (value) terbaik untuk kebutuhan pelanggan(customers)
4.       Tingkat Operasional; merupakan strategi yang menjalankan implementasi dari operasional-operasional perusahaan


beberapa tahapan-tahapan strategi bisnis  
1.       Pengamatan Lingkungan
Analisis Eksternal
Lingkungan eksternal : terdiri dari variabel-variabel (kesempatan dan ancaman) yang berada di luar organisasi dan tidak secara khusus ada dalam pengendalian jangka pendek dari manajemen puncak 
Lingkungan Kerja : terdiri dari elemen-elemen atau atau kelompok yang secara langsung berpengaruh atau dipengaruhi oleh operasi-operasi utama organisasi 
Lingkungan Sosial : Terdiri dari kekuatan umum-kekuatan itu tidak berhubungan langsung dengan aktivitas-aktivitas jangka pendek organisasi tetapi dapat dan sering mempengaruhi keputusan-keputusan jangka panjang

Analisis Internal
Struktur, adalah cara bagaimana perusahaan diorganisasikan yang berkenaan dengan komunikasi, wewenang, dan arus kerja 
Budaya, adalah pola keyakinan, pengharapan, dan nilai-nilai yang dibagikan oleh anggota organisasi 
Sumber, daya adalah asset yang merupakan bahan baku bagi produksi barang dan jasa organisasi 

2.       Perumusan Strategi adalah pengembangan rencana jangka panjang untuk menejemen efektif dari kesempatan dan ancaman lingkungan, dilihat dari kelemahan perusahaan
3.       Implementasi Strategi adalah prises dimana manajemen mewujudkan strategi dan kebijakannya dalam tindakan memalui pengembangan program, anggaran, dan prosedur
4.       Evaluasi dan Pengendalian adalah proses yang melaluinya aktivitas-aktivitas perusahaan dan hasil kinerja dimonitor dan kinerja sesungguhnya dibandingkan dengan kinerja yang diinginkan

Dalam pelaksanaan strategi, perusahaan melakukan apa yang sudah direncanakan. Setelah hal yang telah direncanakan telah usai dilaksanakan, tidak semerta – merta kegiatan itu ditinggalkan begitu saja. Ada tahap yang disebut dengan evaluasi. Di tahap ini kita melakukan tinjauan terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan apakah sudah sesuai rencana dan mencapai tujuan atau malah sebaliknya. Hal ini diperlukan untuk melakukan perbaikan – perbaikan terhadap kualitas kerja yang nantinya berguna apabila rencana tersebut akan dipakai lagi atau malah diperbaharui untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Beberapa yang perlu dipertimbangkan dalam pembentukan strategi e-business :

a) Penyusunan rencana pengembangan
Dalam perancangan suatu e-business dibutuhkan susunan – susunan rencana yang digunakan selama mengembangkan sistem yang akan digunakan.

b) Pembangunan secara bertahap/dinamis
Implementasi e-business dalam suatu usaha yang sebelumnya belum menerapkan e-business harus dilakukan secara bertahap dan tidak langsung. Ada yang beriringan berjalan dengan sistem lama, implementasi separuh (separuh sistem lama, separuh sistem e-business) atau bahkan implementasi langsung. Selain itu butuh evaluasi terus – menerus dalam penerapan e-business yang dikarenakan perkembangan teknologi yang berjalan sangat cepat.

c) Perlu menetapkan prioritas implementasi
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, implementasi e-business ada yang beriringan berjalan dengan sistem lama, implementasi separuh (separuh sistem lama, separuh sistem e-business) atau bahkan implementasi langsung. Dalam hal implementasi perlu memperhatikan prioritas, cara implementasi yang mana yang sangat dibutuhkan perusahaan.

d) Pemilihan teknologi yang tepat
Tidak semua perusahaan membutuhkan ERP, CRM dan lain sebagainya. Maka dari itu sekali lagi yang perlu ditekankan adalah kebutuhan dari perusahaan menurut tingkat urgensinya. Penggunaan teknologi sebaiknya berdasarkan hal – hal yang menjadi kebutuhan paling mendesak dalam hal menunjang kinerja perusahaan dalam pencapaian tujuan.

e) Penyiapan sumber daya
Diperlukan banyak sumber daya yang diperlukan dalam penerapan e-business antara lain sumber daya teknologi dan manusia. Dalam hal sumber daya teknologi, perusahaan ada baiknya memperhatikan hal – hal yang menunjang bekerjanya sistem e-business tersebut seperti contohnya penggunaan hardware tertentu, penggunaan jasa web hosting, kerjasama dengan institusi penyedia jasa internet dan lain sebagainya. Sedangkan dalam hal sumber daya manusia perusahaan perlu melatih para pegawainya yang nantinya akan bekerja menggunakan sistem e-business. Namun ada baiknya dilakukan perundingan dengan pegawai – pegawai senior untuk melakukan musyawarah apakah sistem layak diterapkan atau tidak.

f) Pengembangan diserahkan pihak ketiga
Tidak sepenuhnya dalam penerapan e-business dalam pengembangannya ditangani oleh pihak perusahaan sendiri. Diperlukan third party dalam pengembangannya sehingga perusahaan dapat tetap fokus dalam kegiatannya mencapai tujuan.

contoh perusahaan penerbangan Air Asia.

Strategi Penghematan Biaya. Kini Air Asia dapat menekan banyak biaya transportasi dan distribusi. Biaya yang harusnya dikeluarkan saat petinggi perusahaan harus mendatangi rapat di tempat yang jauh, kini tidak diperlukan lagi. Sekarang rapat dapat dimana saja, asal ada device, software dan koneksi internet. Dan penghematan biaya di berbagai sektor itu telah membuat harga tiket menjadi murah, dan customer akirnya banyak yang memilih Air Asia.

Strategi Pembedaan. Air Asia dulu belum terkenal seperti sekarang. Karna perkembangan teknologi lah, Air Asia menjadi terkenal seperti sekarang. Promosi lewat media elektronik dan aneka inovasi yang ditawarkan adalah salah satu hal yang membuatnya bangkit dan berkembang. Perkembangan Air Asia tentu tidak secara langsung, perusahan tersebut harus melihat keunggulan perusahaan penerbangan lain, yang informasinya dapat dengan mudah di cari melalui internet.

Strategi Kerja sama dan Inovasi. Dan dengan berkembangnya dunia internet, kini Air Asia telah menjalin hubungan kerja sama dengan beberapa hotel dan resort. Dengan membeli tiket penerbangan Air Asia, customer akan mendapatkan discount khusus di hotel atau resort yang bekerja sama dengan Air Asia. Dengan begitu, banyak customer yang akan memanfaatkan momen ini. Dan semua pihak akan merasa diuntungkan.

Strategi Peningkatan Pangsa Pasar. Saat ini, iklan yang paling customer lihat dan perhatikan adalah iklan di media elektronik dan web service. Dengan memasang iklan pada kedua media elektronik tersebut, Air Asia dapat meluaskan pasar dan relasi. Air Asia dapat membuka cabang di berbagai kota bahkan negara. Dan customernya pun akan semakin bertambah.

Strategi Kenyamanan Customer. Saat ini Air Asia tengah mengembangkan websitenya sendiri yang bertajuk AirAsia.com yang menyediakan transaksi online bagi customer yang ingin memesan tiket serta membayar via bank. Dengan ini, customer akan merasa sangat terbantu. Customer tidak perlu jauh – jauh ke Air Asia untuk memesan dan membeli tiket. Customer dapat mengunduhnya melalui internet dan memprintnya sendiri dimanapun.

Strategi Efisiensi Internal. Dengan adanya jaringan, para pekerja akan merasa sangat terbantu apabila harus bekerjasama dengan rekan kerja yang lain melalui jaringan tersebut. Dan dengan sistem IT yang membuat berbagai program penunjang pekerjaan mereka, mereka akan merasa sangat terbantu. Contohnya sistem informasi keuangan atau akuntansi. Dengan begini, kinerja karyawan pun akan semakin baik. Ini semua dapat terwujud dengan adanya IT dalam dunia bisnis.

Karena strategi e-business dan strategi bisnis memiliki keterkaitan yaitu strategi e-business merupakan implementasi strategi bisnis yang dalam proses bisnisnya lebih mengutamakan penggunaan IT.

1. Cost leadership strategy : memposisikan biaya produk dan jasa yang lebih rendah namun kualitas standar tetap dipertahankan dalam industri tersebut. Upaya penghematan dan penekanan biaya di berbagai sektor menjadi pilihan yang tidak dapat ditawar lagi guna menentukan harga terbaik untuk konsumen
Dalam strategi e-bussiness Penggunaan IT sangat bermanfaat untuk mengurangi biaya dari proses bisnis.

2. Differentiation strategy : menjadi unik dalam industri ,seperti penyediaan produk-produk yang unik dengan tetap menjaga kualitas yang tinggi dengan harga kompetitif.
Dalam srtategi e-business IT digunakan untuk mengurangi keunggulan dari pesaing dan dapat memantau harga produk kita tetap kompetiif dengan harga produk pesaing bisnis

3. Innovation strategy : membangun atau membuat produk dan layanan dengan karakteristik baru dan mengembangkan jaringan penjualan.
Dalam staregi e-business IT digunakan untuk membantu menciptakan priduk dan jenis layanan-layanan baru ,mengubah proses bisnis, dan juga menciptakan pasar baru.

4. Growth strategy :peningkatan pangsa pasar
Dalam staregi e-business IT dapat digunakan untuk mengelola ekspansi bisnis regional dan global.

5. Alliance strategy : membangun kerjasama dengan rekan bisnis dan melakuka sinergi dari kompetisi bisnis yang ditekuni oleh masing-masing.
Dalam strategi e-business IT dapat digunakan untuk memperluas dan mendukung strategi relasi bisnis.

6. Customer oriented strategy : sebuah upaya yang dilakukan untuk membuat konsumen nyaman dan senang.
Dalam strategi e-business IT sangat bermanfaat dalam penerepan strategi ini semisal dengan membentuk layanan konsumen melalui situs resmi atau pun e-mail.

7. Internal efficiency strategy : peningkatan cara atau metode untuk menciptakan kepuasan karyawan,peningkatan kualitas,produktivitas dan pengambilan keputusan
Dalam strategi e-business IT digunakan untuk mendukung strategi ini untuk dapat lebih efisien dengan peningkatan layanan informasi karyawan,produk dan penggunaan software atau aplikasi yang membantu.

Referensi:

Dharma, Budi Sutedjo.2001. Perspektif e-Business. Yogyakarta : Penerbit Andi Yogyakarta
Hunger, J.David & Thomas L. Wheelen. 1996. Manajemen Strategis. Terjemahan oleh Julianto Agung. 2001. Yogyakarta. Penerbit Andi
David, Fred R. 1997. Managemen Strategis. Terjemahan oleh Paulyn Sulistio. 2006. Jakarta. Penerbit Salemba Empat
Antariksa, Yodhia Msc in HR. 2007. On Managing People, Strategy and Mindset.Penerbit www.strategimanajemen.net

E-Goverment dan peningkatan kesejahteraan masyarakat



e-Government
E-government adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah (seperti : Wide Area Network, Internet dan mobile computing) yang memungkinkan pemerintah untuk mentransformasikan hubungan dengan masyarakat, dunia bisnis dan pihak yang berkepentingan, dalam prakteknya, e-government adalah penggunaan internet untuk melaksanakan urusan pemerintah dan penyediaan pelayanan publik yang lebih baik dan cara yang berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Pengembangan e-government merupakan upaya untuk mengembangkan penyelenggaraan kepemerintahan yang berbasis elektronik dalam rangka meningkatkan kualitas layanan publik secara efektif dan efisien. Melalui pengembangan dan penerapan e-government dilakukan penataan sistem manajemen dan proses kerja di lingkungan instansi pemerintah khususnya instansi yang melaksanakan fungsi pelayanan public, dengan berjalannya e-government ini maka diharapkan seluruh aktivitas organisasi pemerintah dapat dilaksanakan secara elektronik sehingga mempermudah fungsi kebijakan dan pelayanan, dalam pelaksanaannya konsep e-government ini merupakan tanggung jawab bersama, artinya bukan hanya pemerintah saja tetapi juga peran serta masyarakat (share goals).
Empat Tipe Relasi e-Government

1.      Government to Citizens (G2C)
Tipe G2C ini merupakan aplikasi e-Government yang paling umum, yaitu dimana pemerintah membangun dan menerapkan berbagai portofolio teknologi informasi dengan tujuan utama untuk memperbaiki hubungan interaksi dengan masyarakat (rakyat).
2.      Government to Business (G2B)
Salah satu tugas utama dari sebuah pemerintahan adalah membentuk sebuah lingkungan bisnis yang kondusif agar roda perekenomian sebuah negara dapat berjalan sebagaimana mestinya.
3.      Government to Governments (G2G)
Di era globalisasi ini terlihat jelas adanya kebutuhan bagi negara-negara untuk saling berkomunikasi secara lebih intens dari hari ke hari
4.      Government to Employees (G2E)
Pada akhirnya, aplikasi e-Government juga diperuntukkan untuk meningkatkan kinerja dan kesejahteraan para pegawai negeri atau karyawan pemerintahan yang bekerja di sejumlah institusi sebagai pelayan masyarakat. 
E-government diyakini dapat mendukung menerapkan transparansi dan akuntabilitas
dalam pengelolaan sumber daya publik, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan efisiensi, produktivitas dan efektivitas di
pemerintahan, serta meningkatkan pelayanan masyarakat dengan menerapkan on-line government
dan cyber democracy. Namun demikian e-government dan e-demoracy itu penerapannya masih dalam tahap awal, termasuk di negara yang paling maju sekalipun. Alasannya, selain masalah fisik, keterbatasan jangkauan dan jaringan internet oleh keterbatasan hardware, juga oleh karena budaya IT belum meluas, terutama di kalangan pemerintah sendiri, dan juga para politisi, apalagi masyarakat luas.b. agar supaya e-government dapat terlaksana dengan baik, maka ada beberapa langkah persiapan yang perlu diambil, antara lain adalah sbb:

1. Meningkatkan information technology awareness
Sampai saat ini penggunaan teknologi informasi (TI) di tingkat pemerintahan dirasakan masih
belum memadai untuk mendukung terciptanya e-government for good governance. Untuk itu
perlu ditingkatkan IT awareness di lingkungan pemerintahan. Peningkatan IT awareness ini
bisa dimulai dengan penggunaan e-mail bagi pejabat tinggi pemerintah dan dengan
penggunaan aplikasi-aplikasi e-government yang ber''human interface" berikut petunjuk
berbahasa Indonesia.
2. Meningkatkan SDM TI
Agar supaya setiap unit Tl di instansi pemerintah mampu melaksanakan tugasnya dengan baik
dan mandiri, maka perlu peningkatan kemampuan SDM Tl di pemerintahan. Standard SDM
Tl pemerintah dan pelatihan yang ada perlu ditinjau kembali apakah masih sesuai dengan
kebutuhan. Prasarana pelatihan SDM TI pemerintah yang ada harus dioptimalkan
penggunaannya dengan program yang sesuai untuk kebutuhan e-government.
3. Pemakaian bersama Informasi

contoh Pelaksanaan e-Government di Kota Probolinggo
Kota Probolinggo, sebagai salah satu Pemerintah Daerah di Provinsi Jawa Timur yang sangat mendukung penerapan TIK dalam proses pembangunan dan pelaksanaan tugas pelayanan kepada masyarakat, serta bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya dan telah mengaplikasikan berbagai aplikasi e-Government di Kota Bayuangga ini. Hal ini tentunya sebagai tindaklanjut dari kebijakan Pemerintah Kota Probolingo dalam mewujudkan clean and Good Governance.
Pelaksanaan aplikasi e-Government di Kota Probolinggo dilaksanakan oleh semua SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo, dengan pusat layanan yang berada di BAPPEDA Kota Probolinggo, di Bidang Data dan Litbang. Selain itu, terdapat pula beberapa layanan yang diaplikasikan di SKPD lain, utamanya di Bagian Humas dan Protokol dengan Radio Suara Kota Probolinggo yang berada di dalamnya.

http://www.ginandjar.com/public/05EGovernment.pdf
http://dedy9o.blogspot.com/2013/03/e-government.html
https://avicinna.wordpress.com/probolinggo/e-government-dan-pegi-di-kota-probolinggo/

Jumat, 28 November 2014

implementasi dan strategi e-bussines

IMPLEMENTASI DAN STRATEGI E-BUSSINES


Strategi bisnis adalah Penetapan sasaran dan tujuan jangka panjang sebuah perusahaan, dan arah tindakan serta alokasi sumber daya yang diperlukan untuk mencapai sasaran dan tujuan tersebut. (MIT Press, Cambridge, Ma.) Lalu menurut kelompok strategi bisnis merupakan cara-cara yang digunakan perusahaan untuk mendapatkan keunggulan persaingan di dalam bisnisnya. Strategi bisnis dapat mencakup ekspansi geografis, diversifikasi, akuisisi, pengembangan produk, penetrasi pasar, pengurangan bisnis, likuidasi, dan joint venture.
beberapa tingkatan- tingkatan strategi bisnis
1.       Tingkat Korporasi; strategi perusahaan yang memiliki saham (ownership) beberapa perusahaan lain.
2.       Tingkat Bisnis Multi Divisi; merupakan strategi yang terjadi pada tingkat divisi atau unit bisnis dan merupakan strategi yang menekankan pada perbaikan posisi bersaing produk atau jasa pada spesifik industri atau segmen pasar tertentu.
3.       Tingkat Fungsional; optimalisasi produktivitas sumber daya dalam memberikannilai (value) terbaik untuk kebutuhan pelanggan(customers)
4.       Tingkat Operasional; merupakan strategi yang menjalankan implementasi dari operasional-operasional perusahaan


beberapa tahapan-tahapan strategi bisnis  
1.       Pengamatan Lingkungan
Analisis Eksternal
Lingkungan eksternal : terdiri dari variabel-variabel (kesempatan dan ancaman) yang berada di luar organisasi dan tidak secara khusus ada dalam pengendalian jangka pendek dari manajemen puncak 
Lingkungan Kerja : terdiri dari elemen-elemen atau atau kelompok yang secara langsung berpengaruh atau dipengaruhi oleh operasi-operasi utama organisasi 
Lingkungan Sosial : Terdiri dari kekuatan umum-kekuatan itu tidak berhubungan langsung dengan aktivitas-aktivitas jangka pendek organisasi tetapi dapat dan sering mempengaruhi keputusan-keputusan jangka panjang

Analisis Internal
Struktur, adalah cara bagaimana perusahaan diorganisasikan yang berkenaan dengan komunikasi, wewenang, dan arus kerja 
Budaya, adalah pola keyakinan, pengharapan, dan nilai-nilai yang dibagikan oleh anggota organisasi 
Sumber, daya adalah asset yang merupakan bahan baku bagi produksi barang dan jasa organisasi 

2.       Perumusan Strategi adalah pengembangan rencana jangka panjang untuk menejemen efektif dari kesempatan dan ancaman lingkungan, dilihat dari kelemahan perusahaan
3.       Implementasi Strategi adalah prises dimana manajemen mewujudkan strategi dan kebijakannya dalam tindakan memalui pengembangan program, anggaran, dan prosedur
4.       Evaluasi dan Pengendalian adalah proses yang melaluinya aktivitas-aktivitas perusahaan dan hasil kinerja dimonitor dan kinerja sesungguhnya dibandingkan dengan kinerja yang diinginkan

Dalam pelaksanaan strategi, perusahaan melakukan apa yang sudah direncanakan. Setelah hal yang telah direncanakan telah usai dilaksanakan, tidak semerta – merta kegiatan itu ditinggalkan begitu saja. Ada tahap yang disebut dengan evaluasi. Di tahap ini kita melakukan tinjauan terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan apakah sudah sesuai rencana dan mencapai tujuan atau malah sebaliknya. Hal ini diperlukan untuk melakukan perbaikan – perbaikan terhadap kualitas kerja yang nantinya berguna apabila rencana tersebut akan dipakai lagi atau malah diperbaharui untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Beberapa yang perlu dipertimbangkan dalam pembentukan strategi e-business :

a) Penyusunan rencana pengembangan
Dalam perancangan suatu e-business dibutuhkan susunan – susunan rencana yang digunakan selama mengembangkan sistem yang akan digunakan.

b) Pembangunan secara bertahap/dinamis
Implementasi e-business dalam suatu usaha yang sebelumnya belum menerapkan e-business harus dilakukan secara bertahap dan tidak langsung. Ada yang beriringan berjalan dengan sistem lama, implementasi separuh (separuh sistem lama, separuh sistem e-business) atau bahkan implementasi langsung. Selain itu butuh evaluasi terus – menerus dalam penerapan e-business yang dikarenakan perkembangan teknologi yang berjalan sangat cepat.

c) Perlu menetapkan prioritas implementasi
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, implementasi e-business ada yang beriringan berjalan dengan sistem lama, implementasi separuh (separuh sistem lama, separuh sistem e-business) atau bahkan implementasi langsung. Dalam hal implementasi perlu memperhatikan prioritas, cara implementasi yang mana yang sangat dibutuhkan perusahaan.

d) Pemilihan teknologi yang tepat
Tidak semua perusahaan membutuhkan ERP, CRM dan lain sebagainya. Maka dari itu sekali lagi yang perlu ditekankan adalah kebutuhan dari perusahaan menurut tingkat urgensinya. Penggunaan teknologi sebaiknya berdasarkan hal – hal yang menjadi kebutuhan paling mendesak dalam hal menunjang kinerja perusahaan dalam pencapaian tujuan.

e) Penyiapan sumber daya
Diperlukan banyak sumber daya yang diperlukan dalam penerapan e-business antara lain sumber daya teknologi dan manusia. Dalam hal sumber daya teknologi, perusahaan ada baiknya memperhatikan hal – hal yang menunjang bekerjanya sistem e-business tersebut seperti contohnya penggunaan hardware tertentu, penggunaan jasa web hosting, kerjasama dengan institusi penyedia jasa internet dan lain sebagainya. Sedangkan dalam hal sumber daya manusia perusahaan perlu melatih para pegawainya yang nantinya akan bekerja menggunakan sistem e-business. Namun ada baiknya dilakukan perundingan dengan pegawai – pegawai senior untuk melakukan musyawarah apakah sistem layak diterapkan atau tidak.

f) Pengembangan diserahkan pihak ketiga
Tidak sepenuhnya dalam penerapan e-business dalam pengembangannya ditangani oleh pihak perusahaan sendiri. Diperlukan third party dalam pengembangannya sehingga perusahaan dapat tetap fokus dalam kegiatannya mencapai tujuan.

contoh perusahaan penerbangan Air Asia.

Strategi Penghematan Biaya. Kini Air Asia dapat menekan banyak biaya transportasi dan distribusi. Biaya yang harusnya dikeluarkan saat petinggi perusahaan harus mendatangi rapat di tempat yang jauh, kini tidak diperlukan lagi. Sekarang rapat dapat dimana saja, asal ada device, software dan koneksi internet. Dan penghematan biaya di berbagai sektor itu telah membuat harga tiket menjadi murah, dan customer akirnya banyak yang memilih Air Asia.

Strategi Pembedaan. Air Asia dulu belum terkenal seperti sekarang. Karna perkembangan teknologi lah, Air Asia menjadi terkenal seperti sekarang. Promosi lewat media elektronik dan aneka inovasi yang ditawarkan adalah salah satu hal yang membuatnya bangkit dan berkembang. Perkembangan Air Asia tentu tidak secara langsung, perusahan tersebut harus melihat keunggulan perusahaan penerbangan lain, yang informasinya dapat dengan mudah di cari melalui internet.

Strategi Kerja sama dan Inovasi. Dan dengan berkembangnya dunia internet, kini Air Asia telah menjalin hubungan kerja sama dengan beberapa hotel dan resort. Dengan membeli tiket penerbangan Air Asia, customer akan mendapatkan discount khusus di hotel atau resort yang bekerja sama dengan Air Asia. Dengan begitu, banyak customer yang akan memanfaatkan momen ini. Dan semua pihak akan merasa diuntungkan.

Strategi Peningkatan Pangsa Pasar. Saat ini, iklan yang paling customer lihat dan perhatikan adalah iklan di media elektronik dan web service. Dengan memasang iklan pada kedua media elektronik tersebut, Air Asia dapat meluaskan pasar dan relasi. Air Asia dapat membuka cabang di berbagai kota bahkan negara. Dan customernya pun akan semakin bertambah.

Strategi Kenyamanan Customer. Saat ini Air Asia tengah mengembangkan websitenya sendiri yang bertajuk AirAsia.com yang menyediakan transaksi online bagi customer yang ingin memesan tiket serta membayar via bank. Dengan ini, customer akan merasa sangat terbantu. Customer tidak perlu jauh – jauh ke Air Asia untuk memesan dan membeli tiket. Customer dapat mengunduhnya melalui internet dan memprintnya sendiri dimanapun.

Strategi Efisiensi Internal. Dengan adanya jaringan, para pekerja akan merasa sangat terbantu apabila harus bekerjasama dengan rekan kerja yang lain melalui jaringan tersebut. Dan dengan sistem IT yang membuat berbagai program penunjang pekerjaan mereka, mereka akan merasa sangat terbantu. Contohnya sistem informasi keuangan atau akuntansi. Dengan begini, kinerja karyawan pun akan semakin baik. Ini semua dapat terwujud dengan adanya IT dalam dunia bisnis.

Karena strategi e-business dan strategi bisnis memiliki keterkaitan yaitu strategi e-business merupakan implementasi strategi bisnis yang dalam proses bisnisnya lebih mengutamakan penggunaan IT.

1. Cost leadership strategy : memposisikan biaya produk dan jasa yang lebih rendah namun kualitas standar tetap dipertahankan dalam industri tersebut. Upaya penghematan dan penekanan biaya di berbagai sektor menjadi pilihan yang tidak dapat ditawar lagi guna menentukan harga terbaik untuk konsumen
Dalam strategi e-bussiness Penggunaan IT sangat bermanfaat untuk mengurangi biaya dari proses bisnis.

2. Differentiation strategy : menjadi unik dalam industri ,seperti penyediaan produk-produk yang unik dengan tetap menjaga kualitas yang tinggi dengan harga kompetitif.
Dalam srtategi e-business IT digunakan untuk mengurangi keunggulan dari pesaing dan dapat memantau harga produk kita tetap kompetiif dengan harga produk pesaing bisnis

3. Innovation strategy : membangun atau membuat produk dan layanan dengan karakteristik baru dan mengembangkan jaringan penjualan.
Dalam staregi e-business IT digunakan untuk membantu menciptakan priduk dan jenis layanan-layanan baru ,mengubah proses bisnis, dan juga menciptakan pasar baru.

4. Growth strategy :peningkatan pangsa pasar
Dalam staregi e-business IT dapat digunakan untuk mengelola ekspansi bisnis regional dan global.

5. Alliance strategy : membangun kerjasama dengan rekan bisnis dan melakuka sinergi dari kompetisi bisnis yang ditekuni oleh masing-masing.
Dalam strategi e-business IT dapat digunakan untuk memperluas dan mendukung strategi relasi bisnis.

6. Customer oriented strategy : sebuah upaya yang dilakukan untuk membuat konsumen nyaman dan senang.
Dalam strategi e-business IT sangat bermanfaat dalam penerepan strategi ini semisal dengan membentuk layanan konsumen melalui situs resmi atau pun e-mail.

7. Internal efficiency strategy : peningkatan cara atau metode untuk menciptakan kepuasan karyawan,peningkatan kualitas,produktivitas dan pengambilan keputusan
Dalam strategi e-business IT digunakan untuk mendukung strategi ini untuk dapat lebih efisien dengan peningkatan layanan informasi karyawan,produk dan penggunaan software atau aplikasi yang membantu.

Referensi:

Dharma, Budi Sutedjo.2001. Perspektif e-Business. Yogyakarta : Penerbit Andi Yogyakarta
Hunger, J.David & Thomas L. Wheelen. 1996. Manajemen Strategis. Terjemahan oleh Julianto Agung. 2001. Yogyakarta. Penerbit Andi
David, Fred R. 1997. Managemen Strategis. Terjemahan oleh Paulyn Sulistio. 2006. Jakarta. Penerbit Salemba Empat
Antariksa, Yodhia Msc in HR. 2007. On Managing People, Strategy and Mindset.Penerbit www.strategimanajemen.net

E-Goverment dan peningkatan kesejahteraan masyarakat



e-Government
E-government adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah (seperti : Wide Area Network, Internet dan mobile computing) yang memungkinkan pemerintah untuk mentransformasikan hubungan dengan masyarakat, dunia bisnis dan pihak yang berkepentingan, dalam prakteknya, e-government adalah penggunaan internet untuk melaksanakan urusan pemerintah dan penyediaan pelayanan publik yang lebih baik dan cara yang berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Pengembangan e-government merupakan upaya untuk mengembangkan penyelenggaraan kepemerintahan yang berbasis elektronik dalam rangka meningkatkan kualitas layanan publik secara efektif dan efisien. Melalui pengembangan dan penerapan e-government dilakukan penataan sistem manajemen dan proses kerja di lingkungan instansi pemerintah khususnya instansi yang melaksanakan fungsi pelayanan public, dengan berjalannya e-government ini maka diharapkan seluruh aktivitas organisasi pemerintah dapat dilaksanakan secara elektronik sehingga mempermudah fungsi kebijakan dan pelayanan, dalam pelaksanaannya konsep e-government ini merupakan tanggung jawab bersama, artinya bukan hanya pemerintah saja tetapi juga peran serta masyarakat (share goals).
Empat Tipe Relasi e-Government

1.      Government to Citizens (G2C)
Tipe G2C ini merupakan aplikasi e-Government yang paling umum, yaitu dimana pemerintah membangun dan menerapkan berbagai portofolio teknologi informasi dengan tujuan utama untuk memperbaiki hubungan interaksi dengan masyarakat (rakyat).
2.      Government to Business (G2B)
Salah satu tugas utama dari sebuah pemerintahan adalah membentuk sebuah lingkungan bisnis yang kondusif agar roda perekenomian sebuah negara dapat berjalan sebagaimana mestinya.
3.      Government to Governments (G2G)
Di era globalisasi ini terlihat jelas adanya kebutuhan bagi negara-negara untuk saling berkomunikasi secara lebih intens dari hari ke hari
4.      Government to Employees (G2E)
Pada akhirnya, aplikasi e-Government juga diperuntukkan untuk meningkatkan kinerja dan kesejahteraan para pegawai negeri atau karyawan pemerintahan yang bekerja di sejumlah institusi sebagai pelayan masyarakat. 
E-government diyakini dapat mendukung menerapkan transparansi dan akuntabilitas
dalam pengelolaan sumber daya publik, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan efisiensi, produktivitas dan efektivitas di
pemerintahan, serta meningkatkan pelayanan masyarakat dengan menerapkan on-line government
dan cyber democracy. Namun demikian e-government dan e-demoracy itu penerapannya masih dalam tahap awal, termasuk di negara yang paling maju sekalipun. Alasannya, selain masalah fisik, keterbatasan jangkauan dan jaringan internet oleh keterbatasan hardware, juga oleh karena budaya IT belum meluas, terutama di kalangan pemerintah sendiri, dan juga para politisi, apalagi masyarakat luas.b. agar supaya e-government dapat terlaksana dengan baik, maka ada beberapa langkah persiapan yang perlu diambil, antara lain adalah sbb:

1. Meningkatkan information technology awareness
Sampai saat ini penggunaan teknologi informasi (TI) di tingkat pemerintahan dirasakan masih
belum memadai untuk mendukung terciptanya e-government for good governance. Untuk itu
perlu ditingkatkan IT awareness di lingkungan pemerintahan. Peningkatan IT awareness ini
bisa dimulai dengan penggunaan e-mail bagi pejabat tinggi pemerintah dan dengan
penggunaan aplikasi-aplikasi e-government yang ber''human interface" berikut petunjuk
berbahasa Indonesia.
2. Meningkatkan SDM TI
Agar supaya setiap unit Tl di instansi pemerintah mampu melaksanakan tugasnya dengan baik
dan mandiri, maka perlu peningkatan kemampuan SDM Tl di pemerintahan. Standard SDM
Tl pemerintah dan pelatihan yang ada perlu ditinjau kembali apakah masih sesuai dengan
kebutuhan. Prasarana pelatihan SDM TI pemerintah yang ada harus dioptimalkan
penggunaannya dengan program yang sesuai untuk kebutuhan e-government.
3. Pemakaian bersama Informasi

contoh Pelaksanaan e-Government di Kota Probolinggo
Kota Probolinggo, sebagai salah satu Pemerintah Daerah di Provinsi Jawa Timur yang sangat mendukung penerapan TIK dalam proses pembangunan dan pelaksanaan tugas pelayanan kepada masyarakat, serta bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya dan telah mengaplikasikan berbagai aplikasi e-Government di Kota Bayuangga ini. Hal ini tentunya sebagai tindaklanjut dari kebijakan Pemerintah Kota Probolingo dalam mewujudkan clean and Good Governance.
Pelaksanaan aplikasi e-Government di Kota Probolinggo dilaksanakan oleh semua SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo, dengan pusat layanan yang berada di BAPPEDA Kota Probolinggo, di Bidang Data dan Litbang. Selain itu, terdapat pula beberapa layanan yang diaplikasikan di SKPD lain, utamanya di Bagian Humas dan Protokol dengan Radio Suara Kota Probolinggo yang berada di dalamnya.

http://www.ginandjar.com/public/05EGovernment.pdf
http://dedy9o.blogspot.com/2013/03/e-government.html
https://avicinna.wordpress.com/probolinggo/e-government-dan-pegi-di-kota-probolinggo/